Bappeda Wonosobo Gelar Workshop Manajemen Risiko Strategis guna Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Daerah
WONOSOBO – Dalam rangka meminimalkan dampak negatif risiko dan meningkatkan efektivitas kinerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan "Workshop Manajemen Risiko Strategis Perangkat Daerah". Kegiatan bimbingan teknis ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 14 hingga 15 Oktober 2026, yang bertempat di Ruang Rapat Tan Malaka, Bappeda Kabupaten Wonosobo. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang menjelaskan kewajiban setiap instansi pemerintah untuk menerapkan manajemen risiko guna memitigasi hambatan pencapaian tujuan strategis. Penerapan manajemen risiko di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan agar program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Acara workshop ini dibuka dan ditutup secara langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, Drs. Tono Prihatono. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) perencana dan pengampu manajemen risiko di pemerintah daerah dalam mengarahkan serta mengendalikan risiko, sehingga ketercapaian sasaran, visi, misi, dan program daerah dapat lebih terjamin. Workshop ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari 4 Kepala Bidang Bappeda, 20 Perencana Bappeda, 2 Pejabat Struktural Bappeda, 3 Fungsional Inspektorat, dan 1 Analis Sumberdaya Manusia pada Bagian Organisasi Setda. Secara internal, undangan kegiatan ini ditujukan kepada para Kepala Bidang dan Konsolidator di Bappeda. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, Bappeda Wonosobo menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, yaitu Marlupi Julianingrum, S.T.. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta mini desk dan praktik langsung. Pada sesi latihan pengisian Kertas Kerja Manajemen Risiko (MR), para peserta dibagi menjadi empat kelompok yang disesuaikan dengan jumlah Tujuan Daerah. Melalui workshop ini, Bappeda Kabupaten Wonosobo menargetkan percepatan penyusunan dokumen manajemen risiko di berbagai perangkat daerah. Sebagai hasil keluaran dari kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu melakukan pengisian kertas kerja manajemen risiko secara mandiri, sekaligus mampu memberikan pendampingan kepada perangkat daerah lainnya dalam pengisian kertas kerja tersebut.