Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Menjaga Hulu Serayu: Bappeda Dorong Penyelamatan DAS Serayu Segmen Wonosobo sebagai Proyek Strategis Nasional
Informasi Berkala
admin 07 Aug 2026
17

Menjaga Hulu Serayu: Bappeda Dorong Penyelamatan DAS Serayu Segmen Wonosobo sebagai Proyek Strategis Nasional

WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo memegang peranan krusial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air di tingkat regional. Dengan 53 persen wilayahnya yang membentang di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, kawasan ini bukan hanya sekadar jantung ekosistem, tetapi juga menjadi penyangga utama bagi daerah tangkapan air Waduk Mrica. Mencakup 176 desa dan kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan, kawasan hulu DAS Serayu kini tengah menghadapi tantangan degradasi lingkungan yang sangat signifikan. Praktik budidaya pertanian hortikultura di kawasan lereng curam, terutama dengan sistem guludan yang searah dengan lereng, telah memicu tingginya laju erosi dan sedimentasi. Menanggulangi ancaman tersebut, pemetaan teknis telah dilakukan dan menetapkan Sub-DAS Serijo, Sub-DAS Begaluh, dan Sub-DAS Tulis sebagai area prioritas penanganan. Baca Juga: Bappeda Wonosobo Gagas "Serayu Agro Energy Corridor", Dorong Kemandirian Energi Desa hingga Masuk Top 7 JETA 2026 ↗ Aksi Kolaboratif Masyarakat dan Komunitas di Tingkat Tapak Ancaman kerusakan ekosistem ini memicu respons proaktif dari elemen masyarakat. Upaya pemulihan lingkungan di tingkat tapak telah berjalan secara nyata melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas. Beberapa aksi strategis yang terus digencarkan antara lain: • Inisiatif Kebersihan dan Ekosistem Perairan: Aksi bersih sungai serta restocking (penebaran benih) ikan yang dimotori oleh komunitas Dieng Bersih dan Kelompok Pecinta Ikan Sungai (KPIS). • Penanaman Vegetasi Konservasi: Gerakan maraton penanaman pohon di jalur-jalur pendakian Gunung Prau, yang diinisiasi melalui Basecamp Patakbanteng serta pos-pos pendakian lainnya. • Edukasi dan Mitigasi Erosi: Pelaksanaan Sekolah Lapang Konservasi yang melibatkan warga Desa Mlandi dalam pelatihan pengukuran tingkat sedimentasi tanah. • Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan: Transisi menuju metode pertanian regeneratif (JADAM) yang dipelopori oleh Samitra Lingkungan, kelompok petani muda, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sigedang. Kerangka Kerja Strategis: 5 Quick Wins DAS Serayu Hulu Meskipun inisiatif masyarakat telah berjalan dengan baik, intervensi skala besar tetap dibutuhkan. Guna memperkuat integrasi antara aksi nyata komunitas dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat, Bappeda Kabupaten Wonosobo secara resmi mendorong pengusulan penanganan DAS Serayu Hulu agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan PSN DAS Serayu Segmen Kabupaten Wonosobo ini dirancang dalam kerangka kerja lima pilar utama yang disebut 5 Quick Wins (QW): 1 QW 1: Revitalisasi Ekosistem Hulu 2 QW 2: Pengendalian Sedimen Struktural 3 QW 3: Manajemen Aset Waduk 4 QW 4: Pemberdayaan Ekonomi Hijau

Tingkatkan Pengawasan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo Ajak Masyarakat Manfaatkan Whistleblowing System (WBS) untuk Laporkan Pelanggaran ASN
Informasi Berkala
admin 30 Sep 2025
138

Tingkatkan Pengawasan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo Ajak Masyarakat Manfaatkan Whistleblowing System (WBS) untuk Laporkan Pelanggaran ASN

WONOSOBO – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk pelanggaran di lingkungan birokrasi. Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Whistleblowing System (WBS), sebuah platform digital yang dirancang untuk menampung laporan pengaduan dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan tindak pidana atau pelanggaran lainnya yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Sesuai dengan definisinya, Whistleblowing System adalah sarana penyampaian pengaduan dugaan tindak pidana tertentu yang telah atau akan terjadi. Laporan ini dapat diajukan oleh individu yang mengetahui adanya pelanggaran, dengan syarat utama bahwa pelapor (whistleblower) bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya. Jaminan kerahasiaan identitas pelapor menjadi prioritas utama dalam sistem ini. Setiap laporan yang masuk melalui Aplikasi Whistleblowing (WBS) akan melalui proses verifikasi awal oleh tim khusus yang telah ditunjuk. Jika laporan dinilai memenuhi syarat dan kriteria, maka akan segera diproses untuk investigasi lebih lanjut oleh Inspektorat Daerah selaku aparat pengawas internal pemerintah. Masyarakat yang memiliki bukti atau informasi awal yang kuat dapat mengakses aplikasi WBS melalui kanal resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak bagi oknum yang tidak bertanggung jawab dan secara signifikan meningkatkan integritas pelayanan publik di Kabupaten Wonosobo. Aplikasi dapat diakses memalui tautan berikut Whistleblowing System (WBS)

Wonosobo Jajaki Kolaborasi Strategis dengan IPB University untuk Majukan Agrobisnis dan Pariwisata
Informasi Berkala
admin 26 Sep 2025
138

Wonosobo Jajaki Kolaborasi Strategis dengan IPB University untuk Majukan Agrobisnis dan Pariwisata

WONOSOBO — Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah serius untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2025-2045, yakni menjadi pusat agrobisnis dan pariwisata terkemuka di Jawa Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Salah satu upaya konkret yang sedang dijajaki adalah kerja sama strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University, institusi terkemuka dalam riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di sektor agrobisnis. Kolaborasi ini sejalan dengan visi jangka menengah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, yaitu “Mewujudkan Wonosobo Sejahtera, Adil dan Makmur.” Dalam RPJMD tersebut, sektor pariwisata dan agrobisnis menjadi prioritas utama yang diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh. Pemkab Wonosobo menyadari pentingnya memahami ekosistem agrobisnis secara menyeluruh dari hulu ke hilir untuk memperkuat sektor tersebut. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi melalui kolaborasi dengan IPB University dinilai sangat strategis untuk mendukung transfer ilmu pengetahuan, inovasi riset, dan teknologi terbaru. Sebagai langkah awal, Pemkab Wonosobo menggelar diskusi penjajakan secara daring pada Jumat, 26 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Tan Malaka, Bappeda Wonosobo. Pertemuan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain Bappeda, Dispaperkan, Disparbud, DisdagkopUKM, Disnakerintrans, DPMPTSP, dan Bagian Perekonomian Setda. Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, Drs. Tono Prihatono, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, bentuk, dan mekanisme kerja sama yang bisa dikembangkan bersama IPB University. Fokus utama adalah menggali konsep dan praktik agrobisnis terbaik yang dapat diimplementasikan di Wonosobo guna membangun ekosistem agrobisnis dan pariwisata yang inklusif serta berkelanjutan. “Untuk mewujudkan tujuan pembangunan jangka panjang maupun jangka menengah, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, sangat diperlukan. Kerja sama dengan IPB University diharapkan memberikan kontribusi signifikan melalui transfer pengetahuan, inovasi riset, dan teknologi terkini demi kemajuan sektor agrobisnis di Wonosobo,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo. Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara Pemkab Wonosobo dan IPB University, diharapkan Wonosobo dapat mempercepat langkahnya menuju masa depan sebagai pusat agrobisnis dan pariwisata yang unggul dan berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional.

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Program Sosial

Sobo Cerdas

Program Bappeda Wonosobo untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan yang layak. Kepala sekolah dapat mengajukan laporan melalui formulir digital berikut.

01

Isi Formulir

Lengkapi data siswa, sekolah, and jenis bantuan yang dibutuhkan.

02

Lengkapi Data

Isi data siswa and informasi pendukung dengan lengkap untuk verifikasi.

03

Ditindaklanjuti

Tim Bappeda Wonosobo akan segera memverifikasi and memproses laporan pengajuan.

Lihat Laporan