Menjaga Hulu Serayu: Bappeda Dorong Penyelamatan DAS Serayu Segmen Wonosobo sebagai Proyek Strategis Nasional
WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo memegang peranan krusial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air di tingkat regional. Dengan 53 persen wilayahnya yang membentang di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, kawasan ini bukan hanya sekadar jantung ekosistem, tetapi juga menjadi penyangga utama bagi daerah tangkapan air Waduk Mrica. Mencakup 176 desa dan kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan, kawasan hulu DAS Serayu kini tengah menghadapi tantangan degradasi lingkungan yang sangat signifikan. Praktik budidaya pertanian hortikultura di kawasan lereng curam, terutama dengan sistem guludan yang searah dengan lereng, telah memicu tingginya laju erosi dan sedimentasi. Menanggulangi ancaman tersebut, pemetaan teknis telah dilakukan dan menetapkan Sub-DAS Serijo, Sub-DAS Begaluh, dan Sub-DAS Tulis sebagai area prioritas penanganan. Baca Juga: Bappeda Wonosobo Gagas "Serayu Agro Energy Corridor", Dorong Kemandirian Energi Desa hingga Masuk Top 7 JETA 2026 ↗ Aksi Kolaboratif Masyarakat dan Komunitas di Tingkat Tapak Ancaman kerusakan ekosistem ini memicu respons proaktif dari elemen masyarakat. Upaya pemulihan lingkungan di tingkat tapak telah berjalan secara nyata melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas. Beberapa aksi strategis yang terus digencarkan antara lain: • Inisiatif Kebersihan dan Ekosistem Perairan: Aksi bersih sungai serta restocking (penebaran benih) ikan yang dimotori oleh komunitas Dieng Bersih dan Kelompok Pecinta Ikan Sungai (KPIS). • Penanaman Vegetasi Konservasi: Gerakan maraton penanaman pohon di jalur-jalur pendakian Gunung Prau, yang diinisiasi melalui Basecamp Patakbanteng serta pos-pos pendakian lainnya. • Edukasi dan Mitigasi Erosi: Pelaksanaan Sekolah Lapang Konservasi yang melibatkan warga Desa Mlandi dalam pelatihan pengukuran tingkat sedimentasi tanah. • Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan: Transisi menuju metode pertanian regeneratif (JADAM) yang dipelopori oleh Samitra Lingkungan, kelompok petani muda, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sigedang. Kerangka Kerja Strategis: 5 Quick Wins DAS Serayu Hulu Meskipun inisiatif masyarakat telah berjalan dengan baik, intervensi skala besar tetap dibutuhkan. Guna memperkuat integrasi antara aksi nyata komunitas dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat, Bappeda Kabupaten Wonosobo secara resmi mendorong pengusulan penanganan DAS Serayu Hulu agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan PSN DAS Serayu Segmen Kabupaten Wonosobo ini dirancang dalam kerangka kerja lima pilar utama yang disebut 5 Quick Wins (QW): 1 QW 1: Revitalisasi Ekosistem Hulu 2 QW 2: Pengendalian Sedimen Struktural 3 QW 3: Manajemen Aset Waduk 4 QW 4: Pemberdayaan Ekonomi Hijau