WONOSOBO – Bappeda Kabupaten Wonosobo selaku sekretariat eksekutif Badan Pengelola Geopark Nasional Dieng menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi, Diseminasi, sekaligus Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Kegiatan Finalisasi Model Kurikulum Pengembangan Geopark. Acara ini diselenggarakan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Ruang R.R. Tan Malaka, Kantor Bappeda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Kabupaten Wonosobo yang juga bertindak selaku Sekretaris Eksekutif BP Geopark Dieng. Acara ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 45 desa lokasi geopark, serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Turut hadir pula Koordinator Wilayah Pendidikan dari lima kecamatan di wilayah delineasi Geopark Dieng, yakni Kecamatan Kejajar, Garung, Mojotengah, Watumalang, dan Wonosobo.
Menjawab Tantangan Edukasi Geopark
Pengembangan kawasan geopark atau taman bumi senantiasa bertumpu pada tiga pilar utama yang saling berkaitan: Konservasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Ketiga pilar ini memiliki tujuan utama untuk menjaga warisan bumi sekaligus menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.
Di sektor edukasi, pendidikan adalah kunci utama untuk membangun kesadaran konservasi, mendorong wisata edukatif, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan geologi, hayati, serta budaya lokal di kawasan Geopark Nasional Dieng. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi, yaitu:
-
Kurangnya model pendidikan geopark yang praktis dan siap pakai untuk diterapkan di sekolah.
-
Masih lemahnya keterlibatan antara guru dan siswa dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai geopark.
-
Belum optimalnya peran geopark sebagai laboratorium alam untuk mendukung proses pembelajaran.
Dalam forum tersebut, para stakeholder mendiskusikan cara mengintegrasikan nilai-nilai geopark ke dalam kurikulum sekolah secara nyata, menarik, dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional (SDGs).
Tiga Fokus Pilar Edukasi
Melalui penguatan pilar edukasi ini, pemerintah daerah menargetkan agar kawasan geopark dapat menjadi laboratorium alam terbuka untuk kegiatan penelitian maupun pembelajaran secara langsung. Fokus unsur pendidikan ini meliputi:
-
Pendidikan Lingkungan: Bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat, pelajar, maupun pengunjung mengenai pentingnya tindakan menjaga bumi.
-
Geowisata: Sebuah upaya untuk memadukan sektor pariwisata dengan penyampaian informasi geologi yang menarik kepada publik luas.
-
Penelitian dan Pengembangan: Merupakan pendorong lahirnya berbagai studi ilmiah terkait kebumian, ekologi, serta kebudayaan lokal.
Penyampaian materi pada sesi awal dimulai dengan pengenalan mendalam tentang Geopark Dieng, yang meliputi keanekaragaman geosite, biosite, dan cultural site. Peserta juga diberikan pemahaman terkait garis batas (delineasi) wilayah Geopark Dieng serta pemetaan jumlah sekolah yang berada di wilayah Segmen Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan post test interaktif. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa para peserta yang hadir telah cukup memahami esensi materi dasar mengenai Geopark Dieng. Sebagai agenda lanjutan, Bappeda Wonosobo akan kembali mengadakan sesi pertemuan khusus dengan para guru yang terlibat langsung dalam penyusunan kurikulum terintegrasi Geopark untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah dalam kawasan Geopark Nasional Dieng.