WONOSOBO – Bappeda Kabupaten Wonosobo sukses memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengabdian Internasional bertajuk "Designing Picohydro Glamping to Educate People for Managing Sustainable Energy" di Ruang Tan Malaka pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi akademik strategis antara Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan institusi luar negeri, yakni Saxion University Belanda, Universitas Malaya, dan Universitas Kebangsaan Malaysia.

 

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong optimalisasi pemanfaatan air sebagai alternatif sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mensubstitusi energi fosil yang kian menipis. Sebagai solusi aplikatif, kolaborasi ini mengangkat teknologi pikohidro—pembangkit listrik tenaga air skala kecil—untuk diimplementasikan di kawasan wisata Glamping (Glamourous Camping).

 

FGD ini diperkaya dengan gagasan dan tinjauan komprehensif dari para pakar yang hadir, di antaranya:

  • Mitigasi Urban Sprawl (SPS UNDIP): Pembangunan glamping bertenaga pikohidro didorong sebagai strategi untuk memitigasi urban sprawl (pembangunan yang menyebar tak terkendali) dan rural gentrification (tersingkirnya warga lokal akibat komersialisasi desa wisata) di Desa Mlandi.

  • Integrasi Energi dan Manajemen Fasilitas (Universiti Malaya): Prof. Sr Ts. Dr. Syahrul Nizam Kamaruzzaman menyoroti krusialnya Manajemen Fasilitas (Facility Management) yang mengintegrasikan energi terbarukan. Pendekatan ini esensial untuk menciptakan fasilitas pariwisata yang tidak hanya efisien energi, tetapi juga rendah emisi karbon dan hemat biaya operasional jangka panjang.

     

  • Transisi Energi Trias Energetica (Saxion University): Dr. ir. A.G. (Bram) Entrop memaparkan kerangka Trias Energetica dalam mewujudkan sistem energi berkelanjutan. Langkah tersebut mencakup: menekan/mengurangi kebutuhan energi, mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan menggunakan energi fosil seefisien mungkin jika masih diperlukan.

     

  •  

    Wonosobo Penjaga Hulu Negeri (DPUPR Wonosobo): Menegaskan peran vital Wonosobo sebagai simpul hulu ekosistem Dieng-Serayu-Bogowonto. DPUPR mengusung kerangka kerja "Tata - Bangun - Jaga" melalui tata kelola kolaboratif untuk memastikan keamanan ekosistem kawasan pangan, air, dan energi bagi wilayah hilir.

     

Sebagai tindak lanjut, agenda dilanjutkan dengan tinjauan lapangan ke Desa Mlandi dan area glamping pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Desa ini sebelumnya juga telah menjadi lokasi uji coba desain pikohidro oleh UNDIP dan Universitas Teknologi Malaysia pada tahun 2025 lalu.

 

Melalui sinergi lintas negara dan lintas sektoral ini, diharapkan lahir sebuah pra-desain fasilitas wisata ramah lingkungan berbasis komunitas. Ke depannya, desain sistem pikohidro ini didorong agar mudah diaplikasikan dan direplikasi secara mandiri oleh masyarakat sebagai wujud nyata kemandirian dan ketahanan energi lokal.