Rabu (23/03) dilaksanakan Rembuk Stunting Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 dengan tema "Sinergi Bangsa Atasi Stunting dengan Pendekatan Keluarga Menuju Generasi Sehat dan Cerdas." Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Sosial, Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. Wonosobo, Bappeda, Dinkes, DPPKBPPPA, Disdikpora, DPUPR, Dispaperkan, Diskominfo, Kantor Kemenag, RSUD Setjonegoro, Bagian Kesra Setda, Camat pada Desa Lokus Stunting 2023 (Kertek, Kalibawang, Kejajar, Wonosobo), Kepala Puskesmas di wilayah lokus Stunting 2023 (Kertek 2, Kalibawang, Kejajar 1, Wonosobo 1), Ketua TP PKK Kab. Wonosobo, Peragi, Muslimat, Aisiyah, PT. Tirta Investama, Danone, Bank Jateng, Bank Wonosobo, PT. Geodipa Energy, PT.Tambi, Perumda Tirta Aji, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, LPTP Surakarta, UNSIQ. Secara daring dihadiri oleh Camat, Kepala Puskesmas serta Kades dan Kalur lokus stunting tahun sebelumnya. read more

Ir. Cuk Siswanto selaku Wakil Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo dalam acara tersebut menyampaikan hasil analisis situasi terkait dengan intervensi penurunan stunting dan  Mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah, menyepakati rencana kegiatan penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten Wonosobo.

Bapak Wakil Bupati Wonosobo, dalam acara tersebut menyampaikan beberapa pendekatan dalam RAN PASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia), diantaranya upaya pencegahan lahirnya bayi stunting dan penanganan balita stunting serta melakukan intervensi peningkatan gizi bagi anak. Pada pidatonya juga menyampaikan perlu diperhatikannya kualitas data stunting yang ada di Kabupaten Wonosobo, harus memperhatikan validitas dan akurasi data, alat ukur sesuai standar serta petugas yang memiliki kapasitas yang sama dan terlatih. Himbauan juga ditujukan kepada para camat untuk dapat memfasilitasi dan mengkoordinir desa/kelurahan agar dapat memastikan kegiatan penurunan stunting teralokasi lewat dana desa dan dana yang dikelola oleh kelurahan.

Dalam acara tersebut Drs. Yusuf Hariyanto, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Sosial dan Kepala Dinas PPKBPPPA, Dyah Retno Sulistyowati,S.STP bersama dengan Bapak Wakil Bupati Wonosobo melakukan penyerahan penghargaan kepada lembaga/Dinas yang berperan aktif dalam intervensi pencegahan dan penurunan stunting, yang pertama kepada Kades Surengede Kecamatan Kejajar, Ahmad Fauzi, atas partisipasinya dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kab. Wonosobo melalui program "DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang kedua kepada Puskesmas Kertek 2, dr. Marina Dewi S, atas komitmen intervensi penanganan dan pengelolaan data stunting dan ketiga kepada RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. Muzairi, atas komitmen kerjasama lintas sektor dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kab. Wonosobo. Dilakukan juga perjanjian kerjasama antara DPPKBPPPA dengan UNSIQ sehingga dapat memberikan kontribusi secara akademisi terkait permasalahan data stunting. Rembuk Stunting menghasilkan 7 (tujuh) komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama masyarakat, perusahaan, LSM/NGO dan para pihak lainnya untuk melaksanakan upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo. *fan* 


Survey Layanan Bappeda

Survey Layanan Bappeda

isi survey yuk