Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Tingkatkan Kualitas Perencanaan Daerah, Bappeda Wonosobo Resmi Luncurkan "Sekolah Perencana Gotong Royong"
Informasi Berkala
admin 17 Aug 2026
42

Tingkatkan Kualitas Perencanaan Daerah, Bappeda Wonosobo Resmi Luncurkan "Sekolah Perencana Gotong Royong"

📅 17 Agustus 2026 👤 Admin Bappeda WONOSOBO – Dalam upaya mendorong peningkatan kompetensi aparatur dan kualitas perencanaan pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo resmi meluncurkan program inisiatif bertajuk "Sekolah Perencana Gotong Royong" pada 17 Agustus 2026.Program in-house learning (pembelajaran internal) ini dihadirkan sebagai solusi inovatif dan strategis guna mengatasi terbatasnya kuota serta anggaran untuk pendidikan dan pelatihan formal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).Latar belakang lahirnya program ini didasari oleh kesadaran bahwa kualitas dokumen perencanaan sangat dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang menyusunnya. Oleh karena itu, setiap aparatur di Perangkat Daerah dituntut untuk memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai sistem perencanaan, penyusunan indikator kinerja, penganggaran berbasis kinerja, hingga kemampuan menganalisis data untuk melahirkan rekomendasi kebijakan.Melalui program ini, Bappeda berupaya membangun budaya belajar (learning organization) secara berkelanjutan. Mengusung semangat "Gotong Royong", kegiatan ini secara mandiri mengoptimalkan kompetensi internal dengan memberdayakan para pejabat fungsional perencana dan pejabat struktural di lingkungan Bappeda sebagai tenaga pengajar. Sekolah ini diharapkan menjadi wadah produktif untuk transfer pengetahuan dan diskusi silang antar-Perangkat Daerah.Sasaran prioritas Sekolah Perencana ini adalah para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo di luar instansi Bappeda, khususnya bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), calon perencana, maupun staf teknis yang belum pernah mengikuti diklat perencanaan.Guna menjaga kualitas dan efektivitas pembelajaran, kelas dirancang secara eksklusif dengan batasan 5 (lima) orang peserta untuk setiap gelombang (batch). Pendaftaran untuk Batch 1 telah resmi dibuka mulai tanggal 18 hingga 27 Agustus 2026. Pembelajaran akan dilaksanakan dalam lima kali pertemuan tatap muka setiap hari Jumat pukul 13.00–15.30 WIB di Ruang Rapat Sedyatmo, Bappeda Kabupaten Wonosobo, dan dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan September hingga awal Oktober 2026.Proses pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi yang mengkombinasikan 60 persen teori dan 40 persen praktik. Peserta akan dibekali berbagai materi esensial, mulai dari Teknik dasar perencanaan, identifikasi masalah, pengukuran kinerja, penyusunan rencana aksi dan analisis logical framework untuk pengambilan kebijakan, sistem dan regulasi perencanaan pembangunan, perencanaan spesifik di bidang ekonomi, sosial, dan spasial, hingga praktik membedah dan mempresentasikan pohon kinerja daerah.Kelulusan peserta akan diukur secara ketat melalui syarat kehadiran minimal 80 persen, partisipasi aktif, pre-test dan post-test, serta penilaian presentasi tugas akhir yang berupa analisis sederhana perencanaan pembangunan. Lulusan program ini ditargetkan 100% mampu menyusun pohon masalah dan indikator kinerja yang terukur, serta memahami alur penganggaran melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).Bagi peserta yang memenuhi seluruh kualifikasi tersebut, Bappeda Kabupaten Wonosobo akan menganugerahkan Sertifikat Sekolah Perencana Gotong Royong.Kehadiran program terstruktur ini diharapkan mampu mencetak SDM perencana yang profesional dan adaptif, guna menghasilkan dokumen perencanaan yang bermutu dan mendukung penuh pencapaian visi misi pembangunan Kabupaten Wonosobo.@admin

Menjaga Hulu Serayu: Bappeda Dorong Penyelamatan DAS Serayu Segmen Wonosobo sebagai Proyek Strategis Nasional
Informasi Berkala
admin 07 Aug 2026
36

Menjaga Hulu Serayu: Bappeda Dorong Penyelamatan DAS Serayu Segmen Wonosobo sebagai Proyek Strategis Nasional

WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo memegang peranan krusial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air di tingkat regional. Dengan 53 persen wilayahnya yang membentang di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, kawasan ini bukan hanya sekadar jantung ekosistem, tetapi juga menjadi penyangga utama bagi daerah tangkapan air Waduk Mrica. Mencakup 176 desa dan kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan, kawasan hulu DAS Serayu kini tengah menghadapi tantangan degradasi lingkungan yang sangat signifikan. Praktik budidaya pertanian hortikultura di kawasan lereng curam, terutama dengan sistem guludan yang searah dengan lereng, telah memicu tingginya laju erosi dan sedimentasi. Menanggulangi ancaman tersebut, pemetaan teknis telah dilakukan dan menetapkan Sub-DAS Serijo, Sub-DAS Begaluh, dan Sub-DAS Tulis sebagai area prioritas penanganan. Baca Juga: Bappeda Wonosobo Gagas "Serayu Agro Energy Corridor", Dorong Kemandirian Energi Desa hingga Masuk Top 7 JETA 2026 ↗ Aksi Kolaboratif Masyarakat dan Komunitas di Tingkat Tapak Ancaman kerusakan ekosistem ini memicu respons proaktif dari elemen masyarakat. Upaya pemulihan lingkungan di tingkat tapak telah berjalan secara nyata melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas. Beberapa aksi strategis yang terus digencarkan antara lain: • Inisiatif Kebersihan dan Ekosistem Perairan: Aksi bersih sungai serta restocking (penebaran benih) ikan yang dimotori oleh komunitas Dieng Bersih dan Kelompok Pecinta Ikan Sungai (KPIS). • Penanaman Vegetasi Konservasi: Gerakan maraton penanaman pohon di jalur-jalur pendakian Gunung Prau, yang diinisiasi melalui Basecamp Patakbanteng serta pos-pos pendakian lainnya. • Edukasi dan Mitigasi Erosi: Pelaksanaan Sekolah Lapang Konservasi yang melibatkan warga Desa Mlandi dalam pelatihan pengukuran tingkat sedimentasi tanah. • Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan: Transisi menuju metode pertanian regeneratif (JADAM) yang dipelopori oleh Samitra Lingkungan, kelompok petani muda, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sigedang. Kerangka Kerja Strategis: 5 Quick Wins DAS Serayu Hulu Meskipun inisiatif masyarakat telah berjalan dengan baik, intervensi skala besar tetap dibutuhkan. Guna memperkuat integrasi antara aksi nyata komunitas dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat, Bappeda Kabupaten Wonosobo secara resmi mendorong pengusulan penanganan DAS Serayu Hulu agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan PSN DAS Serayu Segmen Kabupaten Wonosobo ini dirancang dalam kerangka kerja lima pilar utama yang disebut 5 Quick Wins (QW): 1 QW 1: Revitalisasi Ekosistem Hulu 2 QW 2: Pengendalian Sedimen Struktural 3 QW 3: Manajemen Aset Waduk 4 QW 4: Pemberdayaan Ekonomi Hijau

Tingkatkan Pengawasan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo Ajak Masyarakat Manfaatkan Whistleblowing System (WBS) untuk Laporkan Pelanggaran ASN
Informasi Berkala
admin 30 Sep 2025
158

Tingkatkan Pengawasan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo Ajak Masyarakat Manfaatkan Whistleblowing System (WBS) untuk Laporkan Pelanggaran ASN

WONOSOBO – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk pelanggaran di lingkungan birokrasi. Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Whistleblowing System (WBS), sebuah platform digital yang dirancang untuk menampung laporan pengaduan dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan tindak pidana atau pelanggaran lainnya yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Sesuai dengan definisinya, Whistleblowing System adalah sarana penyampaian pengaduan dugaan tindak pidana tertentu yang telah atau akan terjadi. Laporan ini dapat diajukan oleh individu yang mengetahui adanya pelanggaran, dengan syarat utama bahwa pelapor (whistleblower) bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya. Jaminan kerahasiaan identitas pelapor menjadi prioritas utama dalam sistem ini. Setiap laporan yang masuk melalui Aplikasi Whistleblowing (WBS) akan melalui proses verifikasi awal oleh tim khusus yang telah ditunjuk. Jika laporan dinilai memenuhi syarat dan kriteria, maka akan segera diproses untuk investigasi lebih lanjut oleh Inspektorat Daerah selaku aparat pengawas internal pemerintah. Masyarakat yang memiliki bukti atau informasi awal yang kuat dapat mengakses aplikasi WBS melalui kanal resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak bagi oknum yang tidak bertanggung jawab dan secara signifikan meningkatkan integritas pelayanan publik di Kabupaten Wonosobo. Aplikasi dapat diakses memalui tautan berikut Whistleblowing System (WBS)

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Program Sosial

Sobo Cerdas

Program Bappeda Wonosobo untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan yang layak. Kepala sekolah dapat mengajukan laporan melalui formulir digital berikut.

01

Isi Formulir

Lengkapi data siswa, sekolah, and jenis bantuan yang dibutuhkan.

02

Lengkapi Data

Isi data siswa and informasi pendukung dengan lengkap untuk verifikasi.

03

Ditindaklanjuti

Tim Bappeda Wonosobo akan segera memverifikasi and memproses laporan pengajuan.

Lihat Laporan